Kenapa Flannel & Vest Selalu Jadi Pasangan Yang Komplementer?
Pernah nggak sih kamu merasa kalau pakai kemeja flannel saja kadang terasa ada yang kurang, tapi kalau pakai jaket tebal malah jadi kegerahan? Di sinilah kita biasanya reflek mengambil vest. Kombinasi ini bukan cuma soal biar kelihatan "anak gunung" atau sekadar gaya, tapi ada alasan fungsi yang sebenarnya di balik itu.

Bukan Sekadar Tumpukan Baju
Dalam dunia kerja lapangan, satu lapis pakaian itu hampir nggak pernah cukup. Tubuh kita itu butuh sistem: sesuatu yang bisa kita tambah saat angin mulai kencang, atau kita lepas saat matahari mulai terik. Konsep ini yang kita sebut sebagai layering sebuah cara agar kita tetap nyaman tanpa harus merasa keberatan beban baju.
Bebas Gerak Itu Harga Mati
Satu hal yang paling aku suka dari vest adalah absennya bagian lengan. Kedengarannya simpel, tapi tanpa lengan, tangan kita jadi punya ruang gerak yang maksimal. Bayangkan saat kamu harus menyetir jauh, bongkar muatan, atau sekadar membelah kayu bakar; tanganmu nggak akan terhambat lipatan jaket yang tebal. Saat suhu naik, kita tinggal lepas jaketnya, dan vest tetap bekerja melindungi dada dari angin.

Rahasia Para Pendahulu Kita
Ada fakta menarik yang mungkin kita belum tahu: konsep layering ini sebenarnya sudah dipakai oleh para pendaki, pemburu, dan pekerja hutan jauh sebelum istilah fashion layering jadi keren di media sosial. Mereka melakukannya murni untuk bertahan hidup di alam liar. Jadi, saat kita memakai flannel dan vest hari ini, kita sebenarnya mewarisi tradisi ketangguhan mereka.

Koleksi KENT&CREW kali ini ingin membawa kembali semangat itu ke keseharian kita. Tetap bergaya, tapi fungsinya tetap berguna.
